
Image by: Magnific
Barang yang sudah pernah kamu pakai, tetapi masih bagus dan ingin dijual kembali biasa disebut sebagai barang preloved.
Selain barang bekas pakai, barang yang belum pernah kamu pakai sama sekali setelah dibeli, tetapi kamu ingin menjualnya, tetap disebut barang preloved.
Sebelum membeli barang preloved, ada beberapa hal penting yang wajib kamu cek sebelum melakukan transaksi.
Yuk, simak pengertian preloved beserta cara membelinya dengan aman di artikel ini.
BACA JUGA: 6 Cara Menjual Desain di Canva untuk Pemula, Auto Cuan!
Apa Itu Preloved
Preloved adalah barang yang sebelumnya dimiliki dan disukai, lalu dijual kembali dengan harga di bawah harga beli.
Kondisi barangnya bisa berbeda-beda tergantung pada frekuensi penggunaan serta cara pemilik sebelumnya merawatnya.
Istilah ini juga bisa kamu gunakan untuk barang yang belum pernah kamu pakai tetapi ingin dipindahtangankan.
Misalnya, kamu membeli sepatu secara online, tetapi ukurannya tidak sesuai, sehingga sepatu tersebut kamu jual daripada tidak dipakai.
Barang tersebut tetap bisa kamu sebut barang preloved karena sudah pernah kamu beli dan miliki sebelumnya.
Selain itu, ada berbagai contoh barang preloved yang biasa kamu temui sehari-hari. Seperti pakaian, aksesori, elektronik, buku, barang koleksi, mainan, hingga furniture rumah tangga.
Perbedaan Preloved dengan Thrift, Jangan Sampai Tertukar!
Meski sama-sama merujuk pada barang bekas pakai, preloved dan thrift sebenarnya memiliki beberapa perbedaan, mulai dari asal-usul hingga harganya.
Berikut beberapa perbedaan preloved dan thrift yang perlu kamu ketahui.
1. Asal Barang
Preloved: Biasanya berasal dari koleksi pribadi seseorang yang dijual kembali karena sudah jarang dipakai.
Thrift: Umumnya didapat dari toko barang bekas, donasi, atau pemasok barang impor second yang kemudian disortir dan dijual lagi.
2. Kondisi Barang
Preloved: Cenderung lebih terawat karena pemilik pertamanya tahu betul riwayat pemakaian dan perawatannya. Bahkan, banyak yang kondisinya masih seperti baru.
Thrift: Kondisi barangnya lebih beragam. Ada yang masih mulus, tetapi ada juga yang punya kondisi minus karena pemakaian. Jadi, kamu harus lebih teliti memeriksa kondisi barangnya sebelum membeli.
3. Jenis dan Brand Barang
Preloved: Sering kali barang yang dijual adalah barang branded, koleksi terbatas (limited edition), atau barang tertentu yang sudah tidak digunakan lagi.
Thrift: Pilihannya jauh lebih bervariasi, mulai dari barang vintage, barang dari berbagai brand, hingga barang dengan model-model unik.
4. Harga
Preloved: Harganya bisa sedikit lebih mahal dibanding thrift, terutama jika dari merek terkenal atau barangnya langka. Meski begitu, barang preloved tetap jauh lebih murah daripada barang baru.
Thrift: Harga barang thrift terkenal ramah di kantong. Kamu bisa mendapatkan banyak pilihan barang dengan harga yang lebih murah.
5. Cara Mendapatkannya
Preloved: Biasanya dijual langsung oleh pemiliknya lewat media sosial, marketplace, atau platform online khusus jual-beli.
Thrift: Lebih sering ditemukan di toko thrift baik fisik maupun online, pasar, atau saat ada bazar kreatif.

Cara Membeli Barang Preloved dengan Aman
Setelah memahami arti preloved, kamu bisa mulai mencari barang yang sesuai dengan kebutuhanmu. Agar transaksi berjalan lancar tanpa drama, berikut cara membeli barang preloved dengan aman yang bisa kamu ikuti.
1. Gunakan Platform dengan Sistem Perlindungan Pembeli
Kamu bisa menggunakan platform marketplace yang menyediakan sistem pembayaran resmi serta perlindungan transaksi bagi pembeli.
Sistem tersebut bisa memberikan jalur pengaduan apabila barang yang kamu terima tidak sesuai dengan informasi pada pesanan.
Selain itu, kamu juga perlu menghindari melakukan pembayaran di luar sistem jika penjual meminta kamu berpindah ke metode transaksi lain yang tidak memiliki jaminan perlindungan.
2. Cek Kondisi Barang
Periksa kondisi fisik barang sebelum membeli dengan meminta video atau foto detail kepada penjual melalui fitur chat jika kamu membelinya secara online.
Tanyakan langsung ketika kamu melihat bagian yang terlihat rusak atau memiliki bekas pemakaian supaya kamu tidak kaget saat barang datang.
Kalau kamu membeli baju atau celana preloved, kamu bisa mengecek noda, sobekan, jahitan, dan kondisi bahan.
Sementara itu, untuk tas atau sepatu preloved, kamu bisa memeriksa bagian sudut, sol, ritsleting, serta bagian lainnya yang sering digunakan.
3. Cek Reputasi Penjual
Lihat profil penjual, rating, ulasan, serta komentar dari pembeli sebelumnya sebelum kamu memutuskan untuk membeli.
Di samping itu, perhatikan juga cara penjual merespons saat kamu menanyakan umur barang, minusnya apa saja, hingga alasan kenapa barang tersebut dijual.
Penjual yang ramah dan memberikan informasi yang lengkap tentu akan membantu kamu mengetahui kondisi barang preloved secara lebih transparan.
4. Pastikan Keaslian Barang
Kalau kamu sedang mengincar barang preloved bermerek, periksa detail kecil yang bisa kamu gunakan untuk mengidentifikasi keaslian produk tersebut.
Kamu bisa melihat nomor seri, logo, bahan, jahitan, label, serta dokumen atau sertifikat keaslian jika memang tersedia.
Kalau detail produk tidak sesuai dengan informasi resmi dari merek tersebut, tanyakan kembali kepada penjual sebelum memutuskan untuk membeli.
Langkah ini bisa membantumu menghindari barang tiruan atau KW.
5. Bandingkan Harga
Cari beberapa barang sejenis dari penjual lain, lalu catat harga yang ditawarkan. Setelah itu, kamu bisa melihat kondisi, kelengkapan, serta harga barang baru tersebut sebagai bahan pertimbangan.
Jika harga sebuah barang jauh di bawah barang sejenis, tanyakan alasan perbedaan tersebut kepada penjual.
Harga yang terlalu murah sering kali berkaitan dengan minus kondisi barang atau kelengkapan yang tidak lengkap.
6. Tanyakan Kebijakan Retur
Tidak semua penjual barang preloved menyediakan opsi retur atau pengembalian barang.
Oleh karena itu, tanyakan ketentuan retur sebelum kamu menyelesaikan pembayaran.
Kamu juga bisa menanyakan kondisi apa saja yang memungkinkan barang dikembalikan, batas waktu pengajuan, serta siapa yang akan menanggung biaya pengiriman.
Simpan selalu bukti pembayaran, riwayat percakapan, dan detail pesanan sampai transaksi benar-benar selesai.
BACA JUGA: 4 Cara Membuat iCloud Baru di HP Second dengan Mudah
Internetan Lancar Sambil Hunting Barang Preloved dengan Paket BRONET dari AXIS!
Itulah cara membeli barang preloved di marketplace dan media sosial.
Dengan preloved, kamu juga bisa menghemat pengeluaran dan mendapatkan barang impian dengan harga miring.
Nah, supaya belanja barang preloved di marketplace dan media sosial tetap lancar, pastikan koneksi internetmu selalu siap sedia.
AXIS menyediakan paket internet BRONET yang bisa kamu gunakan kapan saja dengan pilihan masa aktif harian, mingguan, hingga bulanan.
Kamu bisa seharian hunting barang preloved tanpa drama kuota habis di jam tertentu!
Dengan kuota 24 jam, fitur rollover, dan opsi kuota sosmed, kamu bisa internetan lebih bebas tanpa takut rugi dari pagi sampai malam, mulai dari Rp7.000 untuk 1 hari dengan kuota internet 5,5 GB.
Yuk, cek dan aktifkan pilihan paket BRONET yang sesuai dengan kebutuhan internetmu lewat aplikasi AXISNET sekarang!
PAKET YANG COCOK BUAT KAMU
1. Pembelian paket Bronet dengan masa aktif yang sama dan harga lebih rendah akan menggantikan seluruh sisa kuota pada paket sebelumnya dengan paket yang baru.
2. Sisa Kuota Utama akan terakumulasi menjadi Kuota Rollover saat paket diperpanjang atau membeli paket dengan masa aktif yang sama dan harga yang sama atau lebih tinggi.
1. Pembelian paket Bronet dengan masa aktif yang sama dan harga lebih rendah akan menggantikan seluruh sisa kuota pada paket sebelumnya dengan paket yang baru.
2. Sisa Kuota Utama akan terakumulasi menjadi Kuota Rollover saat paket diperpanjang atau membeli paket dengan masa aktif yang sama dan harga yang sama atau lebih tinggi.








