
Image by: Magnific
Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola tahunan yang sangat dinanti oleh para pencinta sepak bola. Dengan masih berlangsungnya kompetisi sepak bola Eropa ini, persaingan top skor Liga Champions sepanjang masa pun semakin menarik untuk disimak.
Liga Champions tidak hanya persaingan antarklub, namun juga persaingan satu pemain dengan pemain lainnya, terutama dalam mencetak banyak gol yang selalu menjadi sorotan.
Berbagai catatan statistik dan rekor masih berpotensi berubah hingga langga berakhir. Namun, ada banyak pemain yang menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Champions sepanjang sejarah kompetisi ini berlangsung.
Nah, siapa saja pemain yang masuk dalam top skor Liga Champions sepanjang masa? Simak penjelasannya berikut ini!
BACA JUGA: 8 Daftar Klub Bola Terbaik di Dunia Sepanjang Masa
Top Skor Liga Champions Sepanjang Sejarah
Pemain-pemain sepak bola berikut masuk dalam 10 top skor Liga Champions sepanjang masa. Keunggulan yang pemain-pemain miliki ini turut mengantarkannya memperoleh banyak gol di kompetisi sepak bola paling bergengsi di Eropa.
1. Cristiano Ronaldo - 141 gol
Cristiano Ronaldo masih menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Champions urutan pertama dengan perolehan gol sebanyak 141 gol. Sepanjang kariernya, Ronaldo sudah mencetak banyak gol di banyak klub, seperti Manchester United, Real Madrid, dan Juventus.
Gol paling ikoniknya terjadi saat Real Madrid menghadapi Juventus di perempat final Liga Champions. Ronaldo mencetak tendangan salto (bicycle kick) ke gawang Juventus yang dijaga oleh Gianluigi Buffon. Pada saat itulah, Ronaldo juga mempopulerkan bicycle kick yang terkenal sukit dilakukan.
Keistimewaan Ronaldo terletak pada kemampuan duel udara, finishing akhir, hingga mentalis juaranya yang mampu memotivasi rekan-rekannya. Ronaldo juga menjadi salah satu pemain yang mencetak gol di tiga final Liga Champions berbeda.
2. Lionel Messi - 129 gol
Lionel Messi menjadi pemain kedua yang masuk dalam daftar top skor Liga Champions sepanjang masa. Hampir seluruh golnya telah dicetak saat masih bermain untuk Barcelona sebelum kemudian menambah koleksi bersama Paris Saint-Germain. Messi juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol pada 18 musim Liga Champions berturut-turut.
Gol ikonik Messi lahir pada final Liga Champions musim 2009, saat Barcelona berhadapan dengan Manchester United. Dengan tinggi hanya sekitar 170 cm, Messi mampu membuktikan bahwa dirinya mampu menyumbang gol lewat sundulan dan memastikan kemenangan untuk Barcelona.
Messi dikenal sebagai pemain yang memiliki kemampuan dribel yang baik, kontrol bola yang rapat, dan visi bermain yang matang. Selain itu, Messi juga terkenal mampu menciptakan peluang kreativitas dan tekniknya.
3. Robert Lewandowski - 109 gol
Lewandowski menjadi pemain ketiga yang mengoleksi lebih dari 100 gol di Liga Champions. Sepanjang kariernya, ia mencetak gol bersama Borussia Dortmund, Bayern Munchen, dan Barcelona. Pada musim 2019/2020, ia melampaui rekor Ronaldo dan Messi sebagai top skor kompetisi dengan koleksi 15 gol.
Gol paling dikenang dari Lewandowski terjadi pada musim 2013 ketika Dortmund menghadapi Real Madrid di babak semifinal. Lewandowski memborong empat gol seorang diri dan memastikan Dortmund lolos ke babak final. Dari pencapaian tersebut, dirinya menjadi pemain pertama yang mencetak empat gol ke gawang Real Madrid di semifinal Liga Champions.
4. Karim Benzema - 90 gol
Karim Benzema mencetak 90 gol di masa kejayaannya bersama Real Madrid setelah mengawali karier Liga Champions di Lyon. Musim terbaiknya di Liga Champions terjadi pada 2021/2022 saat Madrid menjuarai Liga Champions untuk ke-14 kalinya, sekaligus menjadi top skor dengan 15 gol.
Gol ikoniknya datang saat melawan Chelsea pada musim 2022, tepatnya di leg pertama perempat final Liga Champions musim tersebut. Benzema mencetak hat-trick, termasuk dua sundulan tajam dan satu gol yang dicetaknya melalui kesalahan kiper Mendy.
5. Raul Gonzales - 71 gol
Sebelum era Ronaldo dan Messi, Raul Gonzales merupakan lumbung gol Real Madrid, terutama saat berlaga di Liga Champions. Ia menjadi pemain pertama yang mencapai 50 hingga 71 gol di kompetisi ini.
Gol paling ikoniknya lahir saat Real Madrid bertemu dengan Valencia di final Liga Champions musim 1999/2000. Raul menerima umpan terobosan yang kemudian menjadi latar belakang gol ikonik tersebut tercipta ke gawang Valencia. Gol tersebut memastikan kemenangan 3-0 dan menutup laga final dengan spektakuler.
6. Kylian Mbappe - 70 gol
Mbappe menjadi pemain termuda dalam jajaran elite top skor Liga Champions sepanjang sejarah. Secara keseluruhan, ia telah memperoleh 70 gol bersama beberapa klub yang dibelanya, seperti AS Monaco, Paris Saint-Germain, dan Real Madrid.
Gol paling ikoniknya terjadi saat PSG sukses menekuk Barcelona 4-1 pada leg pertama babak 16 besar tahun 2021. Mbappe mencetak hat-trick di Camp Nou dengan kombinasi kecepatan dan finishing akhir yang tajam.
Keunggulan Mbappe terletak pada akselerasinya yang luar biasa, kemampuan shoot di sisi kiri, dan kecepatan berlarinya yang tinggi.
7. Ruud van Nistelrooy - 60 gol
Ruud van Nistelrooy dikenal sebagai pemain dengan golnya yang tenang namun tetap tajam. Van Nistelrooy juga dikenal sebagai predator kotak penalti saat membela PAV, Manchester United, dan Real Madrid.
Gol yang paling dikenang terjadi pada musim 2002/2003, ketika ia menjadi top skor Liga Champions dengan 12 gol. Dalam musim itu, ia mencetak banyak gol penting melalui penyelesaian satu sentuhan di dalam kotak penalti.
8. Andriy Shevchenko - 59 gol
Andriy Shevchenko menjadi legenda AC Milan sekaligus salah satu penyerang yang paling ditakuti di era 2000-an. Sepanjang mengikuti Liga Champions, ia telah mengoleksi 59 gol.
Salah satu gol paling berkesannya terjadi di final Liga Champions musim 2002/2003 saat AC Milan melawan Juventus. Setelah pertandingan berakhir tanpa gol meski sudah ditambah perpanjang waktu, Shevchenko menjadi eksekutor penalti terakhir yang memastikan AC Milan meraih gelar trofi Liga Champions.
Penampilan gemilangnya di Liga Champions, ditambah konsistensinya mencetak gol di level klub, turut mengiringi langkahnya meraih Ballon d'Or 2004 sebagai pemain sepak bola terbaik di dunia.
9. Erling Haaland dan Thomas Muller - 57 gol
Erling Haaland dan Thomas Muller sama-sama mengoleksi 57 gol di Liga Champions, tetapi keudanya memiliki karakter bermain yang sangat berbeda. Haaland merupakan penyerang modern multitalenta dengan kecepatan, kekuatan fisik, dan finishing akhir yang efisien.
Gol ikonik Haaland terjadi saat Borussia Dortmund menghadapi PSG pada babak 16 besar Liga Champions 2019/2020. Haaland mencetak dua gol, termasuk tembakan keras dari luar kotak penalti yang mampu menjebol gawang lawan.
Sementara itu, Muller dikenal sebagai pemain cerdas yang mampu membaca ruang. Pemain ini memiliki julukan Raumdeuter atau "penafsir ruang" yang melekat padanya karena kemampuannya menempatkan diri di waktu dan waktu terbaik untuk menyerang maupun bertahan. Julukan tersebut benar-benar terbukti, terutama saat final Liga Champions 2012 dengan Muller yang mencetak gol ke gawang Chelsea.
10. Mohamed Salah dan Harry Kane - 54 gol
Mohamed Salah dan Harry Kane sama-sama dikenal sebagai pemain dengan produktivitas tinggi lewat konsistensinya dalam mencetak gok, termasuk di Liga Champions.
Salah menjadi pemain Afrika tersubur dalam sejarah Liga Champions yang kerap melakukan manuver dari sayap kanan untuk menciptakan gol. Salah satu gol paling ikoniknya hadir pada final 2019 saat mencetak gol pembuka melalui penalti cepat ke gawang Tottenham.
Di sisi lain, Harry Kane memiliki gaya bermain yang lebih komplet. Selain tajam di depan gawang, ia juga piawai turun ke lini tengah untuk membangun serangan dan memberikan umpan terobosan.
Salah satu penampilan terbaiknya di Liga Champions terjadi saat membela Bayern München melawan Lazio pada babak 16 besar musim 2023/2024 dengan mencetak dua gol yang membawa Bayern lolos ke perempat final.

BACA JUGA: Ini 7 Fakta Menarik Tentang Timnas Indonesia
Biar Momen Nonton UCL Makin Seru, Nikmati Koneksi Internet Cepat dengan OWSEM Stream Sport AXIS
Memantau statistik top skor Liga Champions sepanjang masa tidak akan lengkap dengan menonton Liga Champions secara real-time. Namun, sering kali streaming Liga Champions terkendala akibat koneksi interent yang kurang lancar.
Karena itu, jangan biarkan kamu melewatkan gol yang dicetak oleh pemain jagoanmu karena terganggu oleh buffering. Melalui dukungan jaringan internet yang stabil dan kuota streaming khusus olahraga dari AXIS OWSEM Stream Sport, kamu bisa nikmati setiap detik tayangan live match.
Mulai dari sepak bola, basket, tenis, F1, hingga bulutangkis, nonton live match tidak lagi takut buffering atau kuota habis. Tunggu apa lagi, segera download aplikasi AXISNET dan pilih paketnya agar kamu bisa nikmati pengalaman mendukung pemain jagoanmu ganpa takut jaringan ngadat!











